Kamis, 18 Februari 2016

Impian dan Menggapai Impian

Impian itu simple dan sangat sederhana. Kenapa? Karena setiap orang mampu untuk bermimpi. Bermimpi adalah hal yang setiap detik terjadi pada diri manusia. Bermimpi itu pun terus berjalan tanpa henti seperti halnya alunan jarum waktu berputar.

Cuma halnya bermimpi itu memiliki suatu kadar, kadar yang rendah, sedang, ataukah tinggi. Bermimpi dengan kadar rendah atau kadar biasa, hanya sebatas dan sesaat mereka menginginkan, bukan menjadi prioritas mereka yang utama, mereka hanya berangan - angan tanpa dengan sepenuh perasaan. Kemudian bermimpi dengan kadar sedang, yaitu mereka bermimpi dan ingin mewujudkan, tapi dengan perasaan dan pola pemikiran "jika tergapai syukur, tidak pun syukur", posisi disini bahwa mereka menginginkan untuk menggapai suatu hal tetapi bukan menjadi harapan besar. Dan yang terakhir bermimpi dengan kadar tinggi, mereka yang punya mimpi tinggi inilah bahwa mereka ingin sekali untuk menggampai impian mereka, mereka menjadikan ini sebagai prioritas utama.

Tetapi... bermimpi itu tidak selaras dengan hal menggapai impian. Bermimpi setiap orang bisa untuk melakukan, karena bermimpi itu hanya dilakukan oleh fikiran dan hati. Sedang menggapai impian merupakan pola tindak lanjut untuk mewujudkan semua mimpi - mimpi itu. Dengan hal apakah mimpi itu bisa diraih?, dengan TINDAKAN.
Tindakan yang bagaimana?, yang sungguh - sungguh dan pantang menyerah sebelum menggampai impian yg di impikan, intinya harus NEKAD.

Seperti halnya rezeki. Rezeki merupakan hal yang pasti dan sudah di tetapkan oleh Allah SWT. Tetapi, tidak mungkin jika Allah SWT itu dalam memberikan rezeki langsung rezeki itu dilimpahkan dengan orang secara mudahnya. Tapi, rezeki itu masih ditaruh oleh Allah SWT diatas. Jika manusia itu mau bersungguh - sungguh, berusaha keras, pantang menyerah jika mengalami kegagalan, dan terus menggali setiap solusi demi solusi dari kegagalan demi kegagalan, pastilah rezeki itu akan manusia dapat. Jika manusia tidak mampu demikian, maka sudah pasti rezeki itu diambil lagi oleh Allah SWT. Karena, Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.

Jadi, teruslah bermimpi yang baik, hebat, dan bermanfaat. Dan wujudkanlah impian - impianmu itu dengan sikap mental yang nekad dan mau menerima kegagalan.
Karena "Hidup itu berawal dari mimpi, dan keberhasilan itu berawal dari mimpi yang diperjuangkan".

So, ayolah bermimpi!!! Dan wujudkan mimpi - mimpimu yang besar dan baik.
Semoga sukses ðŸ˜ŠðŸ˜ŠðŸ˜Š

Tidak ada komentar:

Posting Komentar